01 Aug 2014

Manfaat Mandi Air Panas

0 Comment
FacebookTwitterGoogle+EmailPrintBookmark/FavoritesBerbagi

Saat pulang terlalu malam atau setelah basah kehujanan, mandi atau berendam dengan air hangat adalah pilihan paling menyenangkan. Selain mencegah masuk angin karena bisa menghangatkan badan, ada beberapa manfaat lain yang bisa didapat dari air hangat.
Tidak ada patokan tentang suhu air yang ideal untuk mandi, namun sebaiknya cukup terasa suam-suam di kuku saja. Jika terlalu panas, air mandi justru akan menyebabkan iritasi dan kulit kering yang pastinya terasa tidak nyaman.

Berikut ini beberapa manfaat mandi dengan air suam-suam kuku.
1. Meredakan stres
Berendam di air hangat bisa meredakan stres akibat beban berat dan pikiran yang suntuk setelah menjalani kesibukan sepanjang hari. Tambahkan minyak lavender untuk meningkatkan relaksasi.
2. Membersihkan badan
Air hangat lebih ampuh mengangkat kelebihan minyak dan kotoran yang menempel di permukaan kulit. Tidak hanya terasa lebih segar, kulit juga akan menjadi leih sehat ketika permukaannya bersih dari minyak dan kotoran.
3. Melancarkan peredaran darah
Saat berendam di air hangat, peredaran darah di akan menjadi lebih lancar. Tidak hanya akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, peredaran darah yang lancar juga menstabilkan pengaturan suhu tubuh sehingga tidak mudah masuk angin.
4. Membuka pori-pori kulit
Jika ingin mengoleskan krim perawatan atau obat-obatan untuk kulit, lakukan setelah mandi atau berendam di air hangat. Penyerapan akan terjadi lebih efisien karena temperatur hangat membuat pori-pori kulit terbuka.
5. Mengatasi insomnia
Tidak perlu obat tidur atau olahraga berat sampai letih agar cepat mengantuk. Jika merasa susah tidur, tidak ada saahnya mencoba berendam di air hangat karena perasaan rileks dan peredaran darah yang lancar bisa mengatasi masalah tersebut.

 

Penyelidikan yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menunjukkan beberapa temuan penting mengenai manfaat mandi air panas :

  1. Para penderita diabetes yang menghabiskan waktu selama setengah jam berendam dalam air suam / hangat dapat menurunkan tingkat gula darah sebesar 13 %.
  2. Penelitian di Jepang menunjukkan 10 menit berendam dalam air panas dapat memperbaiki kesehatan jantung, terutama untuk lelaki.
  3. Mandi air panas dapat mengeluarkan racun. Mandi dengan air bersuhu antara 32 – 35 celcius dapat membuka pori pori yang dapat membantu mengeluarkan racun toksin dalam tubuh.
  4. Dapat menyembuhkan sakit otot / pegal.
  5. Mandi air panas selama 10 – 20 menit dapat menjaga usus besar bekerja dengan baik.
  6. Terapi mandi air panas dapat membantu mengatasi penyakit kulit. Caranya dengan menambahkan Sodium bicarbonate kedalam air mandi. Sodium bicarbonate akan bertindak sebagai bahan antiseptik. Isikan air mandi dengan sodium bicarbonate lalu berendam didalamnya 10 – 20 menit.
  7. Merendam kaki ke dalam air panas dapat membantu menyembuhkan dari selesma, sakit kepala dan membantu menyegarkan kembali kaki yang lelah. Masukkan air panas secukupnya sehingga melewati pergelangan kaki. Tambahkan beberapa tetes minyak seperti minyak lavender, peppermint atau lemon. Bilas dengan air dingin. Lakukan terapi ini selama 10-20 menit.

Ternyata kompres dengan es sudah ketinggalan zaman dan tak efektif. Yang paling pas, gunakan air hangat dan mandikan anak.

Selama ini kompres air dingin atau es, lazim diterapkan para ibu saat anaknya demam atau panas tinggi. “Kalau suhunya 37,5 sampai 39 derajat Celcius, cukup pakai obat-obat penurun panas. Tapi kalau sampai 39-40 derajat Celcius, kompres perlu dilakukan untuk membantu menurunkan panas,” kata dr. Waldi Nurhamzah, Sp.A, dari FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. “Penyakit apa pun, dari yang ringan seperti flu atau infeksi ringan, hingga infeksi berat di susunan saraf pusat atau di otak, dapat menggunakan kompres.”

Zaman dulu, kata Waldi, untuk mengompres umumnya digunakan air dingin atau es. Ternyata cara itu kini sudah ditinggalkan. “Sebab, kalau tubuh dikompres es atau air dingin, suhunya tak turun, malah makin tinggi. Ini terjadi karena mekanisme tubuh yang sedemikian rupa, di mana jika kondisi di luar dingin, maka tubuh akan menginterpretasi- kan kalau dirinya kurang panas. Akibatnya, tubuh pun akan tambah panas.”

 

[top]
About the Author